aplikasi forex momentum

Aplikasi Forex Momentum

Momentum berkaitan erat dengan waktu dan perubahan. Momentum dalam istilah perdagangan forex adalah berubahnya (bertambahnya) kekuatan harga dalam satu titik waktu  sehingga dapat menggerakan arah harga. Forex Sukses kali ini akan membahas Momentum dari segi indikator. Walau pembuat dari momentum ini tidak diketahui, tetapi Momentum dapat dikombinasikan dengan teknik maupun strategy lainnya untuk mendapatkan  hasil yang bekerja baik.

Indikator Momentum mengukur jumlah perubahan harga dalam waktu tertentu. Momentum sebagai indikator trading terbaik dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi trend. Jika Momentum rendah di bawah,  itu menunjukan awal trend dan jika Momentum naik itu menunjukan adanya peningkatan trend, dan diharapkan trend akan terus berlanjut. Moving Average dapat ditambahkan bersama dengan  Momentum, sebagai bantuan untuk mengidentifikasi trend.

Fungsi Penggunaan Momentum

Ada dua cara dasar untuk menggunakan Momentum sebagai indikator trading terbaik , yaitu :

Pengikut Trend

Indikator Momentum digunakan sebagai indikator oscillator bertipe pengikut trend (trend following). Jika Momentum berada pada dasar bawah kemudian bergerak naik, maka itu merupakan posisi buy/bullish. Sedangkan jika indikator Momentum berada pada puncak atas kemudian turun jatuh maka itu merupakan posisi sell/bearish.

Jika indikator Momentum  mencapai puncak yang tinggi atau lembah yang rendah, maka trend sebaiknya diperkirakan akan berlanjut dan tidak berbalik. Untuk mencari pembalikan trend, lebih baik menunggu indikator trading terbaik lainnya seperti Stochastic Oscillator untuk berbalik arah secara kuat.

Penuntun Trend

Indikator Momentum juga dapat digunakan sebagai leading Indicator (Indikator penuntun). Pemahaman ini didasarkan pada perkiraan bahwa jika harga pasar berada di puncak atas itu biasanya dipahami cepatnya kenaikan harga. Ketika harga di atas, maka indikator Momentum akan naik ke atas, kemudian lemah jatuh karena lemah/habisnya momentum. Tetapi harga masih dalam trend. Maka akan terjadi perbedaan pembacaan arah antara Momentum dan chart gambar, kondisi inilah yang dapat menjadikan Divergence Market (perbedaan pembacaan arah pasar antara chart gambar dengan indikator oscillator) yang bisa berpotensi adanya kemungkinan pembalikan arah trend.

baca juga :

Sidebar