cara bermain forex moving average

 Cara Bermain Forex Moving Averagege

Arti Nama dari Indikator Forex Moving Average dalam istilah forex adalah pergerakan harga rata-rata. Data yang diambil dari pergerakan harga rata-rata menjadi sebuah indikator trend yang dalam Metatrader 4 dikenal sebagai indikator Moving Average. Moving Average dapat dikategorikan sebagai indikator trading terbaik, karena indikator ini adalah salah satu indikator yang digunakan luas sejak lama, bahkan beberapa indikator trend menggunakan rumus Moving Average sebagai dasar perhitungannya. Dalam metatrader terdapat beberapa indikator trend yang didasarkan pada perhitungan Moving Average, seperti Oscillator Moving Average (OsMa), Alligator Bill William’s, Envelope dan lain sebagainya.

Pengertian Moving Average

Moving Average adalah indikator yang menghitung nilai pergerakan harga rata-rata dalam periode waktu tertentu. Nilai Moving Average akan menyesuaikan dengan pergerakan harga dalam rangkaian waktu tertentu, sehingga Moving Average menggambarkan kecenderungan arah harga atau trend dalam periode waktu tertentu. Moving Average menghitung pergerakan harga yang telah terjadi sehingga indikator ini termasuk lagging indicator atau indikator lambat yang terdapat pada metatrader, akan tetapi lebih stabil dalam menunjukan trend yang terjadi.

Jenis Macam/Tipe/Moving Average

Moving Average dapat dibagi dalam beberapa jenis sesuai dengan rumus perhitungannya. Berikut ini beberapa jenis Moving Average :

Simple Moving Average (SMA)

Simple Moving Average adalah Moving Average Sederhana dengan perhitungan  jumlah harga-harga penutupan dibagi oleh jumlah periode waktu . Sebagai contoh, jika jumlah periode waktu sebanyak 5 jam, maka nilai Simple Moving Average menjadi :

Jam  ke (periode waktu) Harga Penutupan Simple Moving Average
1 1.100 (Jumlah harga penutupan / jumlah periode waktu)1.100+1.200+1.300+1.400+1.500/5 = 1.300
2 1.200
3 1.300
4 1.400
5 1.500

Simple Moving Average (SMA) cenderung lambat dan tidak sensitif terhadap pergerakan harga dibanding Moving Average jenis lain, tetapi dapat memberikan sinyal yang lebih stabil dan jarang memberikan sinyal sinyal palsu. Simple Moving Average (SMA) lebih sesuai digunakan untuk trader trend jangka menengah atau jangka panjang, karena trend yang terbentuk lebih stabil dan dapat dipercaya.

Exponential Moving Average (EMA)

Exponential Moving Average sama halnya seperti Simple Moving Average, perbedaannya adalah EMA memberi beban lebih terhadap pergerakan harga terbaru, sehingga EMA dapat bereaksi lebih cepat dibanding SMA.

Exponential Moving Average (EMA) lebih sensitif terhadap pergerakan harga, oleh karenanya akan cepat dan banyak dalam memberikan sinyal, tetapi sinyal-sinyal ini bercampur antara yang benar dan yang palsu. Dalam menyaring sinyal palsu, Exponential Moving Average (EMA) dapat dikombinasikan dengan Simple Moving Average (SMA) yang berjalan lebih lambat tetapi lebih stabil dalam memberikan sinyal.

SMA vs EMA

Smoothed Moving Average (SMMA)

SMMA adalah semacam campuran antara SMA dan EMA, hanya saja periode beban waktunya yang sedikit berbeda (kira-kira setengah periode EMA, misalnya periode 100 EMA hampir sama dengan 50 SMMA)

Linear Weighted Moving Average (LWMA)

LWMA menghitung  pergerakan harga terbaru dengan teknik perhitungan yang mirip dengan EMA.  LWMA dirancang untuk mengatasi masalah keterlambatan pada SMA. Kepopuleran LWMA sedikit berkurang dengan adanya EMA, tetapi manfaat LWMA masih terbukti dan sangat berguna.

LWMA adalah sejenis Moving average yang memberikan bobot yang lebih tinggi untuk pergerakan harga terbaru dibanding bobot pergerakan harga pada SMA.

Perbedaan Tipe-Tipe Moving Average

Cara Penggunaan Moving Average

Sebagai Indikator Trend/Penunjuk Trend

(Jika Harga di atas atau di bawah garis Moving Average)

Indikator Moving Average menunjukan  pergerakan harga rata-rata yang membentuk sebuah trend. Secara umum pergerakan harga akan naik turun dan trend dikatakan naik jika pergerakan harga di atas garis Moving Average, dan dikatakan turun jika pergerakan harga di bawah garis Moving Average. Garis Moving Average diibaratkan sebagai garis angka Nol diantara deretan harga positif dan deretan harga negative. Jika harga di atas garis Moving Average, maka harga positif/naik, dan jika harga di bawah garis Moving Average, maka harga negative/turun. Untuk menghasilkan indikator trading terbaik, maka penyetelan nilai dan jenis Moving Average dapat disesuaikan dengan teknik dan strategi masing-masing setiap trader.

Moving Average sebagai indikator trend

Sebagai Indikator Konfirmasi/Sinyal Konfirmasi

(Jika harga melewati garis Moving Average dari atas ke bawah/dari bawah ke atas = sinyal  dan salah satu Garis Moving Average menyilang  dari atas ke bawah/dari bawah ke atas = konfirmasi sinyal).

Indikator Moving Averge dapat digunakan sebagai sinyal konfirmasi buy atau sell dalam sebuah system trading. Biasanya teknik yang digunakan untuk sinyal awal adalah tertembusnya Moving Average oleh harga, dan sinyal konfirmasi Moving Average ini adalah  persilangan dua buah garis Moving Average. 

Jika dua buah Moving Average yang berbeda bersilang atau Garis Moving Average yang bawah menyilang ke Garis Moving Average yang atas, maka ini bisa dijadikan sebuah sinyal konfirmasi buy atau sebaliknya jika Garis Moving Average yang atas menyilang ke Garis Moving Average yang bawah, maka ini bisa dijadikan sinyal konfirmasi untuk sell, tentunya sinyal konfirmasi ini disesuaikan dengan sistem trading  yang dipakai oleh masing-masing trader.

Sinyal Konfirmasi Moving Average

Sebagai Batasan Level Support dan Resistance

(Jika harga menyentuh/mendekati garis Moving Average)

Moving Average juga biasanya digunakan sebagai batasan Support dan Resistance. Sederhananya, jika harga menyentuh/diatas garis Moving Average, maka harga sedang dalam batasan Support dan jika harga menyentuh/dibawah garis Moving Average, maka harga sedang dalam batasan Resistance. Garis Support dan Resistance yang dibuat oleh Moving Average lebih bersifat dinamis atau berubah-rubah sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi, berbeda dengan Garis Support dan Resistance yang dibuat dengan garis Horizontal yang bersifat tetap atau statis.

Moving Average Sebagai Batasan Level Support dan Resistance

Sebagai Garis Psychologis Harga

(Jika harga menyentuh/mendiami salah satu area/daerah harga yang dibentuk dari beberapa buah garis Moving Average yang merapat)

Selain penggunaan berbagai macam teknik yang telah di sebutkan di atas, Moving Average sebagai indikator trading terbaik juga dipakai sebagai penunjuk garis psychology harga.

Garis psychology harga adalah sebuah garis, di mana harga akan bolak balik melewati atau berdiam di garis tersebut, karena garis tersebut merupakan garis keseimbangan yang dipercaya harga untuk berdiam, sebelum harga akan naik atau akan turun. Garis level psychology biasanya berupa garis horizontal datar seperti garis Support dan Resistance. Atau bisa berupa daerah/area yang dibentuk oleh beberapa buah Moving Average yang merapat.

Setting/penyetelan/pengaturan Moving Average sebagai garis psychology harga dapat disesuaikan dengan sistem masing-masing trader, tetapi biasanya digunakan beberapa buah Moving Average, area/daerah yang dibentuk oleh beberapa Moving Average yang merapat atau sering didiami dan dilewati harga, maka itulah garis level area psychology harga Moving Average.

Level Area Pschology Harga Moving Average

baca juga :

Sidebar