cara trading stochastic oscillator

Pengertian Indikator Forex Stochastic Oscillator 

Stochastic Oscillator merupakan salah satu indikator yang terpopuler digunakan pada Metatrader4. Indikator ini tergolong mudah digunakan dan dapat diandalkan. Forex Sukses akan  membahas stochastic oscillator dari segi tujuan pembuatan, teknik penggunaan dan lain sebagainya. Stochastic oscillator menjadi indikator trading terbaik karena fungsinya yang bekerja dengan baik dan telah teruji sejak lama.

Indikator Stochastic Oscillator bertipe indikator momentum yang membandingkan relativitas harga penutupan terhadap kisaran harga selama periode waktu tertentu. Indikator ini menampilkan dua baris. Garis utamanya disebut %K dan garis keduanya disebut %D, garis %D adalah sebuah Moving Average dari garis % K. Garis% K ditampilkan sebagai garis sempurna dan garis% D ditampilkan sebagai garis putus-putus. Indikator Stochastic Oscillator dikembangkan oleh George C. Lane sekitar  tahun 1950an. George C Lane mengatakan indikator ini tidak mengikuti harga maupun volume dan tidak mengikuti sesuatu seperti itu. Indikator ini mengikuti kecepatan harga atau momentum harga. Aturannya, momentum akan berubah arah sebelum harga berubah. Hal seperti ini dapat dipakai dengan teknik divergence (yang dapat digunakan untuk mengetahui tanda perubahan arah harga), di mana momentum akan berubah arah dahulu kemudian diikuti perubahan arah harga. Sinyal seperti ini adalah sinyal pertama dan terpenting yang dikemukakan oleh George C. Lane. Karena Indikator Stochastic  ini menunjukan pergerakan harga dalam daerah/jangkauan, maka stochastic oscillator sebagai indikator trading terbaik dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kejenuhan harga atau overbought oversold. Selain itu indikator ini juga dapat digunakan sebagai pengaturan dari Bull dan Bear / Bull and Bear Set Up (akan dijelaskan kemudian) sebagai prediksi awal titik balik perubahan arah harga.

Tingkat Jenuh Harga / Overbought Oversold

Nilai Stochastic Osilator berkisar dari 0 sampai 100. Kisaran nilai ini bersifat tetap, tidak menjadi bertambah akibat naiknya harga secara sangat kuat ataupun menjadi berkurang akibat turunnya harga secara sangat kuat.  Biasanya tingkat 80 digunakan sebagai area jenuh beli/overbought dan tingkat 20 sebagai area jenuh jual/oversold. Tetapi tingkat 80 ini tidak menjamin bahwa harga sudah jenuh beli/overbought yang mengakibatkan harga berbalik arah menjadi turun. Tingkat jenuh harga overbought/oversold tidak berlaku jika trend harga sangat kuat, harga akan meneruskan trendnya dan tidak berbalik arah, maka tingkat jebuh harga overbought/oversold menjadi tidak berlaku.

Teknik trade dengan menggunakan tingkat jenuh harga overbought/oversold dapat bekerja dengan baik pada pasar yang berada dalam range (naik turun dalam jangkaun/kisaran harga tertentu), tetapi jika pada trend yang kuat sebaiknya menggunakan teknik ini searah dengan trend utama, misalnya jika trend utama uptrend naik, maka carilah kesempatan open posisi buy beli jika pasar sedang jenuh jual/oversold, begitu juga sebaliknya jika pasar sedang turun downtrend, maka carilah kesempatan open posisi sell jual jika pasar sedang jenuh beli/overbought.

Bullish Bearish Divergence

Stochastic oscillator sebagai indikator trading terbaik dapat digunakan dengan teknik Divergence. Divergence pada Stochastic terbentuk ketika arah harga pada chart gambar berbeda dengan arah harga pada garis Stochastic atau garis pada indikator Stochastic tidak dapat mengikuti arah harga pada chart gambar. Sebuah bearish divergence pada Stochastic terjadi ketika harga semakin naik meninggi, tetapi garis pada Stochastic menunjukan kebalikannya yaitu semakin menurun. Keadaan ini menunjukan bahwa naiknya arah harga tidak dibarengi dengan naiknya Momentum harga, ini menjadi pertanda kemungkinan akan adanya pembalikan arah harga dari naik menjadi turun.

Begitu pula sebaliknya dengan Bullish Divergence, dimana arah harga menunjukan penurunan, tetapi garis Stochastic malah bergerak naik ke atas. Ini menunjukan bahwa penurunan harga tidak dibarengi dengan Momentum, yang menjadi pertanda bawha ada kemungkinan harga akan berbalik arah dari turun menjadi naik. Divergence market ini sebaiknya dipakai sebagai tanda awal akan terjadinya pembalikan arah harga dan sinyal konfirmasi diperlukan untuk open posisi masuk pasar. Beberapa trader mungkin mempunyai gaya tersendiri untuk open posisi masuk pasar tergantung dengan strategi yang dipakainya.

Tetapi ada beberapa tahap yang dapat digunakan oleh trader dengan Stochastic sebagai sinyal konfirmasi pada divergence market. Tahapan konfirmasinya adalah sebagai berikut : Begitu terjadi adanya divergence market, maka trader dapat mengamati persilangan dua garis pada Stochastic di area nilai jenuh stochastic yaitu 20 pada oversold dan 80 pada overbought (pada tahap awal konfirmasi ini agresive trader dan trader jangka pendek dapat membuka posisi), kemudian amati pergerakan garis stochastic sampai melewati garis tengah atau 50 (pada tahap konfirmasi kedua ini, sebagian besar trader mempercayai bahwa momentum telah kuat karena telah melewati garis tengah 50 kemudian mereka membuka posisi) kemudian amati pada chart gambar apakah ada resitnce atau support yang ter’breakout’ oleh harga (pada tahap ini biasanya digunakan oleh trader jangka panjang sebagai awal trend baru).

Bull and Bear Set Up/Pengaturan dari Bull dan Bear

George C Lane mealui Stochastic Oscillator juga dapat menunjukan divergensi market untuk mengetahui puncak dan lembah market melalui Bull and Bear Set Up. Bull and Bear Set Up adalah sebuah pengaturan staretgy kelanjutan dari divergence market, Bull and Bear Set Up diatur setelah terjadinya divergence. Bull set up terjadi ketika adanya bullish divergence (dimana arah harga pada chart gambar jatuh ke bawah, tetapi arah pada garis stochastic menunjukan kebalikannya yaitu naik ke atas), kemudian harga akan turun tetapi kemudian naik kembali meneruskan momentum bullishnya. Begitu juga dengan Bear set up, yaitu ketika terjadi bearish divergence(dimana arah harga pada chart gambar naik ke atas, tetapi arah pada garis stochastic menunjukan kebalikannya yaitu turun ke bawah), kemudian harga akan naik tetapi kemudian turun kembali untuk meneruskan momentum bearishnya.

Perbedaan antara Bullish Bearish Divergence dengan Bull and Bear Set Up adalah bahwa pada Bullish Divergence trader dapat segera open posisi karena sinyal konfirmasi telah terbentuk di area 20 yaitu area jenuh jual oversold sedangkan untuk Bull Set Up, trader harus menunggu harga turun menuju area 20 dan menghasilkan sinyal untuk kemudian buka posisi. Begitu juga dengan Bearish Divergence, trader dapat segera open posisi karena sinyal konfirmasi telah terbentuk di area 80 yaitu area jenuh beli overbought sedangkan untuk Bear Set Up, trader harus menunggu harga turun menuju area 80 dan menghasilkan sinyal untuk kemudian buka posisi.

baca juga :

 

Sidebar